STOP !!! Jangan remehkan soal alergi makanan. Ini adalah beberapa fakta dan informasi yang wajib kamu ketahui soal alergi makanan.
Dampak Alergi yang terparah
Efek dari alergi makanan yang sangat parah adalah anafilaksis. Anafilaksis adalah reaksi alergi yang serius dan mengancam jiwa.
Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh melepaskan zat kimia dalam jumlah besar ke dalam aliran darah. Zat kimia ini dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk:
- Pembengkakan pada mulut, lidah, atau tenggorokan, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas atau bahkan tersedak.Sesak napas, yang dapat menyebabkan napas pendek atau mengi.
- Tekanan darah rendah, yang dapat menyebabkan pusing, pingsan, atau bahkan koma.
- Jantung berdebar, yang dapat menyebabkan sakit dada atau palpitasi.
- Ruam kulit, yang dapat berupa kemerahan, gatal, atau melepuh.
- Mual dan muntah.
Anafilaksis dapat terjadi dalam hitungan menit atau bahkan detik
setelah terpapar alergen. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera. Jika
Kamu mengalami gejala anafilaksis, segera hubungi layanan darurat 119 atau bawa
penderita ke rumah sakit terdekat.
Pada kasus yang parah, anafilaksis dapat menyebabkan kematian.
Oleh karena itu, penting bagi penderita alergi makanan untuk selalu membawa
alat suntik epinefrin (EpiPen) atau alat suntik serupa. Alat ini dapat
digunakan untuk memberikan epinefrin, yaitu obat yang dapat membantu mengatasi
gejala anafilaksis.
Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah anafilaksis:
· Hindari makanan atau minuman yang diketahui
menjadi alergen Kamu.
· Baca label makanan dengan cermat sebelum
memakannya.
· Beritahu orang-orang di sekitar Kamu tentang
alergi Kamu.
· Selalu bawa alat suntik epinefrin (EpiPen)
atau alat suntik serupa.
Berikut adalah beberapa gambar efek dari alergi makanan:
·
Biduran adalah ruam kulit yang terasa gatal dan
muncul dalam hitungan menit atau jam setelah terpapar alergen. Biduran dapat
muncul di mana saja di tubuh, tetapi biasanya terlihat di tangan, kaki, dan
wajah.
| biduran pada paha yang terasa gatal |
·
Angioedema adalah pembengkakan pada jaringan lunak di bawah
kulit. Angioedema dapat terjadi di wajah, bibir, lidah, tenggorokan, atau di
bagian tubuh lainnya. Angioedema dapat menyebabkan kesulitan bernapas atau
bahkan tersedak.
| bagian wajah jadi membengkak |
·
Syok anafilaksis adalah reaksi alergi yang mengancam jiwa.
Syok anafilaksis dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba,
yang dapat menyebabkan pusing, pingsan, atau bahkan koma. Syok anafilaksis juga
dapat menyebabkan kesulitan bernapas, ruam kulit, dan mual dan muntah.
Penting untuk dicatat bahwa alergi makanan dapat menyebabkan
berbagai macam gejala, dan tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Gejala
alergi makanan dapat bervariasi dari ringan hingga parah, dan bahkan reaksi
alergi yang ringan dapat menyebabkan komplikasi serius. Jika Anda mengalami
gejala alergi makanan, penting untuk mencari pertolongan medis segera.
Jenis makanan yang paling banyak menimbulkan alergi parah adalah:
- Telur. Telur adalah makanan yang paling umum menyebabkan alergi pada anak-anak. Alergi telur dapat menyebabkan gejala ringan hingga parah, termasuk biduran, angioedema, dan anafilaksis.
- Susu sapi. Susu sapi adalah makanan lain yang paling umum menyebabkan alergi pada anak-anak. Alergi susu sapi dapat menyebabkan gejala yang sama seperti alergi telur.
- Kacang-kacangan. Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, dan kenari, adalah makanan yang umum menyebabkan alergi. Alergi kacang-kacangan dapat menyebabkan gejala yang parah, termasuk anafilaksis.
- Makanan laut. Makanan laut, seperti ikan, udang, dan kepiting, adalah makanan yang umum menyebabkan alergi. Alergi makanan laut dapat menyebabkan gejala yang parah, termasuk anafilaksis.
- Gandum. Gandum adalah makanan yang umum menyebabkan alergi. Alergi gandum dapat menyebabkan gejala yang ringan hingga parah, termasuk biduran, angioedema, dan anafilaksis.
Alergi makanan dapat terjadi pada orang dari segala usia, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak. Alergi makanan dapat diturunkan dalam keluarga.
Jika Anda memiliki alergi makanan, penting untuk menghindari makanan yang menyebabkan alergi Anda. Anda juga harus membawa alat suntik epinefrin (EpiPen) atau alat suntik serupa jika Anda mengalami reaksi alergi yang parah.
Alergi Makanan apakah bisa disembuhkan ?
Secara umum, alergi makanan tidak dapat disembuhkan. Namun, ada beberapa kasus di mana alergi makanan dapat hilang seiring bertambahnya usia. Pada anak-anak, sekitar 80% alergi makanan akan hilang pada usia 16 tahun.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan alergi makanan hilang, termasuk:
- Usia. Alergi makanan lebih mungkin hilang pada anak-anak daripada orang dewasa.
- Jenis makanan. Alergi terhadap telur, susu, dan gandum lebih mungkin hilang daripada alergi terhadap kacang-kacangan, makanan laut, dan biji-bijian.
- Ketebalan kulit. Alergi makanan lebih mungkin hilang pada orang dengan kulit tipis.
Jika Anda memiliki alergi makanan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kemungkinan alergi Anda hilang.
Ada beberapa metode pengobatan yang dapat membantu
mengurangi gejala alergi makanan, yaitu:
Imunoterapi.Imunoterapi adalah metode pengobatan yang melibatkan pemberian alergen secara bertahap dalam dosis yang meningkat. Imunoterapi dapat membantu tubuh mengembangkan toleransi terhadap alergen, sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan gejala alergi.
Obat-obatan. Obat-obatan, seperti antihistamin dan kortikosteroid, dapat membantu meredakan gejala alergi makanan.
Namun, penting untuk dicatat bahwa obat-obatan ini tidak dapat menyembuhkan alergi makanan.
Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 200.000 kematian akibat alergi makanan di seluruh dunia setiap tahun.
Di Indonesia, jumlah kasus kematian akibat alergi makanan yang sudah tercatat belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan data dari Komite Nasional Alergi Immunologi Indonesia (KNIAI), ada sekitar 10-20 kasus kematian akibat alergi makanan di Indonesia setiap tahun.
Data dari KNIAI menunjukkan bahwa jenis makanan yang paling sering menyebabkan kematian akibat alergi makanan di Indonesia adalah telur, kacang tanah, dan makanan laut. Alergi telur lebih sering terjadi pada anak-anak, sedangkan alergi kacang tanah dan makanan laut lebih sering terjadi pada orang dewasa.
Kasus kematian akibat alergi makanan dapat dicegah dengan cara menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Penderita alergi makanan juga harus selalu membawa alat suntik epinefrin (EpiPen) atau alat suntik serupa jika mengalami reaksi alergi yang parah.