Undangan Tak Terduga
Donald Trump, dalam sebuah langkah
yang mengejutkan banyak pihak, mengundang Presiden Xi Jinping dari Tiongkok
untuk menghadiri acara pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat. Undangan
tersebut disampaikan melalui jalur diplomatik, dan dianggap sebagai upaya untuk
membangun hubungan yang lebih baik antara kedua negara sejak awal masa jabatan
Trump.
Hubungan AS-China
Langkah ini cukup berani mengingat
perbedaan pandangan dan ketegangan yang telah lama mewarnai hubungan
AS-Tiongkok. Namun, Trump tampaknya melihat pentingnya menjalin komunikasi
langsung dengan pemimpin Tiongkok untuk membahas berbagai isu penting, termasuk
perdagangan, keamanan regional, dan non-proliferasi nuklir.
Diplomasi Trump
Kehadiran Xi Jinping di acara
pelantikan tersebut akan menjadi momen bersejarah, menandai dimulainya babak
baru dalam hubungan bilateral kedua negara adikuasa. Banyak analis politik
melihat undangan ini sebagai sinyal bahwa Trump ingin menegosiasikan ulang
beberapa kesepakatan perdagangan yang ada, dan mencari kesepahaman dalam
menghadapi tantangan global.
Momen Bersejarah untuk AS-China
Meskipun beberapa kalangan meragukan
kesuksesan pendekatan ini, mengingat perbedaan ideologi dan kepentingan kedua
negara, undangan tersebut tetap menjadi sorotan utama menjelang pelantikan
presiden. Kehadiran atau ketidakhadiran Xi Jinping akan menjadi indikator kuat
mengenai arah hubungan AS-Tiongkok di masa mendatang. Dunia internasional pun
menantikan bagaimana pertemuan kedua pemimpin ini akan membentuk lanskap
politik global.

